khusus

Kegunaan Daun Sambiloto Bagi Kolesterol Dan Cara Mengolahnya

Advertisements

Daun sambiloto cukup dikenal oleh masyarakat Manfaat Daun Sambiloto untuk Kolesterol dan Cara MengolahnyaDaun sambiloto cukup dikenal oleh masyarakat. Tanaman ini dikenal sebagai tumbuhan herbal yang mempunyai khasiat dalam pengobatan, terlebih mengatasi aneka macam penyakit dalam. Misalnya saja untuk mengobati demam, batuk, atau pilek. Tanaman dengan nama ilmiah Andrographis paniculata (Burm.f.) ini juga mempunyai nama berbeda-beda di masing-masing daerah, menyerupai takilo, takila, papaitan, sandilata, sambilata, hingga ampadu. Apabila dilihat dari asalnya, tumbuhan ini tumbuh di negara-negara Asia Tenggara dan Asia Selatan, menyerupai Sri Lanka, India, Malaysia, dan Indonesia termasuk salah satunya. Nama tempat untuk sambiloto antara lain: sambilata (Melayu); ampadu tanah (Sumatera Barat); sambiloto, ki pait, bidara, andiloto (Jawa Tengah); ki oray (Sunda); pepaitan (Madura), sedangkan nama asingnya Chuan xin lien (Cina).

Jika berbicara mengenai ciri-ciri, daun sambiloto mempunyai batang berbentuk persegi empat, mempunyai daun tunggal maupun tepi yang rata, mempunyai jumlah cabang tidak mengecewakan banyak, bentuknya memanjang, mempunyai bunga pada ujung tangkai berwarna ungu atau putih, dan mempunyai buah berbentuk memanjang. Tak hanya untuk mengobati penyakit demam, pilek, atau batuk saja, namun daun sambiloto juga biasa digunakan sebagai obat herbal.

Baca juga: Manfaat Kolesterol.

Sebagai informasi, ada sebuah penelitian farmakologi yang menyatakan bahwa air rebusan dari daun sambiloto sebanyak 10% dengan dosis sebanyak 0.3 ml/kg berat tubuh ternyata sanggup menunjukkan efek penurunan kadar gula darah. Hal ini sebanding apabila dibandingkan dengan suspensi glibenclamid. Biasanya daun sambiloto sering digunakan untuk mengobati aneka macam penyakit, sebut saja kolesterol, diare, sembelit, gas usus, kolik, nyeri perut, radang tenggorokan, batuk, bisul amandel, bronkitis, alergi, pembesaran hati, kerusakan hati lantaran obat, sakit kuning, pneumonia, kusta, TBC, sifilis, gonore, kolera, malaria, rabies, leptospirosis, HIV/AIDS, hingga sinusitis.

Sangat banyak bukan manfaat daun sambiloto? Namun kali ini kita akan membahas manfaat daun sambiloto untuk kolesterol tinggi. Penyakit kolesterol atau hiperkolesterolemia biasanya disebabkan lantaran faktor keturunan. Biasanya terdapat pada riwayat penyempitan pembuluh darah dalam keluarga atau adanya nyeri dada (angina) yang kemungkinan merupakan tanda-tanda dari penyakit jantung koroner. Jika berbicara mengenai penyebab, penyakit ini disebabkan oleh kebiasaan makan yang kurang baik.

Baca juga:

Kandungan Daun Sambiloto dan Manfaatnya

Kemudian kalau berbicara mengenai kandungan yang ada di dalam daun sambiloto, zat-zat tersebut antara lain laktone dan flavonoid. Laktone diperoleh dari daun dan cabangnya, yang masing-masing daun mengandung deoxyandrographolidie dan andropraholide (zat pahit). 14-deoxy-n, 12-didehydroandrographolide dan homoandrographolide. Selain itu, ada juga kandungan lainnya menyerupai alkane, keton, aldehid, mineral (kalsium, kalium dan natrium), asam kersik, dan damar.

Adapun flavonoid sendiri paling banyak terkandung dalam akar, yang diantaranya menyerupai polimetoksiflavon, andrgrafin, pan ikulin, mono-0-mettilwithin, apigenin-7 dan 4-dimetiler. Dari sekian banyak kandungan yang dimiliki daun ini, kandungan andrographolide (zat pahit) lah yang mempunyai manfaat begitu banyak. Kandungan ini sanggup melindungi hati dari efek jelek galaktosamin dan parasetamol. Bahkan kandungannya juga mempunyai peranan besar dalam menurunkan enzim CDK4, sehingga sanggup menekan pertumbuhan sel kanker.

Namun kalau berbicara rasa, daun sambiloto ini memang berasa pahit. Sebenarnya masuk akal saja apabila terasa pahit lantaran mengandung senyawa berjulukan Andrographolide yang sanggup melindungi hati dari efek jelek parasetamol maupun galaktosamin. Sambiloto akan bereaksi dengan cara merangsang sistem kekebalan yang ada pada tubuh manusia. Lalu meningkatkan jumlah sel darah, menyerupai sel darah putih, yang mempunyai peranan penting pada sistem kekebalan tubuh.

Baca juga:

Cara mengolah Daun Sambiloto untuk Kolesterol

Cara mengolah daun sambiloto sebagai obat tradisional bahwasanya sangat mudah. Anda harus menyiapkan 30 gram daun sambiloto segar yang sudah dibersihkan. Tumbuk daun sambiloto hingga lumat, kemudian tambahkan air matang setengah cangkir (110 ml), saring, dan minum sekaligus. Anda sanggup menggunakan sambiloto kering sebanyak 3 gram, kemudian rebus, dan minum sebanyak 2 kali sebelum makan. Khusus untuk penderita kolesterol, Anda sanggup menggunakan 20 gram herbal sambiloto kering. Rebus daun tersebut dengan menggunakan 3 gelas air. Biarkan air meresap, kemudian sesudah cuek saring air tersebut. Minum sekaligus dan lakukan hal ini setiap hari.

Selain dengan cara di atas, Anda juga sanggup menciptakan ramuan obat dengan daun sambiloto dengan cara lain. Persiapkan Herba kering, yang terdiri dari seluruh penggalan tanaman, ialah akar, batang, dan daun, kemudian giling semuanya hingga halus menjadi bubuk. Seduh dan minum sebanyak 3 hingga 4 kali dalam sehari.

Baca juga:

Cara lainnya lagi, Anda sanggup mengambil daun sambiloto dengan jumlah sesuai selera. Kemudian potong-potong hingga halus, kemudian tambahkan gerus hingga halus. Masukkan ke dalam freezer sampai membeku semoga air-airnya juga hilang. Setelah itu, hancurkan semoga halus menjadi bubuk. Kadarnya ada sebanyak 50 miligram dengan berat tubuh Anda. Sebagai contoh, apabila berat Anda 50 kg, maka Anda harus mengonsumsi sebanyak 2500 miligram setiap harinya. Sedangkan untuk takarannya, Anda sanggup mengonsumsi ramuan ini sebanyak 3 kali sehari dengan 1200 miligram debu daun sambiloto. Agar lebih mudah, Anda sanggup mengonsumsinya dengan menggunakan air hangat atau dimasukkan ke dalam pil.

Minum rebusan daun sambiloto ini tentu sangat kondusif dilakukan, baik untuk belum dewasa maupun orang dewasa. Namun minumnya pun dilarang berlebihan. Ada beberapa efek samping yang mungkin sanggup dirasakan, menyerupai muntah, nafsu makan yang hilang, ruam, kelelahan, hingga sakit kepala. Sedangkan untuk ibu hamil dan menyusui tidak dianjurkan untuk mengonsumsi ramuan dari daun sambiloto ini. Alasannya lantaran dikhawatirkan sanggup memicu keguguran. Senyawa bioaktif yang ada pada daun sambiloto sanggup merusak plasenta, terlebih kalau dikonsumsi secara berlebihan. Sangat berbahaya bukan? Efek lainnya justru malah sanggup berbalik menjadi sangat buruk.

Baca juga:

Itulah manfaat daun sambiloto untuk kolesterol dan cara mengolahnya. Saat ini penyakit kolesterol tidak perlu disembuhkan dengan biaya yang mahal. Cukup dengan ramuan tradisional saja, kolesterol sanggup ditangani. Selain lebih irit secara finansial, pengobatan tradisional tentu akan jauh lebih aman. Kemudian Anda harus mengonsumsi daun sambiloto ini dengan dosis pas dan cara pengolahan yang benar.

Ingat, jangan hingga salah mengolahnya. Kemudian sebisa mungkin jangan hingga mengonsumsi terlalu berlebihan. Kekurangan atau berlebihan mengonsumsi tentu tidak baik bagi Anda. Percuma kan apabila Anda sudah mengonsumsi, tapi malah tidak berguna sama sekali? Konsumsi sesuai dengan proposal dari dokter atau tabib. Selamat mencoba.

Leave a Comment